Menjaga Keikhlasan Dalam Hidup Ini

Hari demi hari telah berlalu berlalu. Kadang terasa sangat lambat, kadang begitu cepat laksana anak panah lepas dari busurnya. Ada yang bilang, itu tergantung suasana hati. Tapi lepas dari suasana hati, dalam silih bergantinya hari demi hari, adakah amal shalih yang telah kita tunaikan atau yang kita lakukan? Pertanyaan ini layak kita renungkan, karena amal shalih yang kita lakukan memiliki kedudukan istimewa dari sisi Allah Robbul Izzati. DIA juga akan membalas amal shalih kita dengan karunia yang amat besar. “Barang siapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik . . . .,” (Q.S An-Nahl : 97)

Kita sudah tentu mendengar banyak janji terucap. Entah dari orang-orang yang kita sayangi, sahabat atau teman kita. Tapi janji-janji itu belum tentu benar atau bisa saja meleset. Berbeda dengan janji Allah Yang Maha Benar. Itulah sebabnya sangat disayangkan bila sebagai muslim kita enggan melakukan amal shalih dalam meniti kehidupan di dunia yang fana ini.

Amal shalih yang seseorang lakukan tentu memiliki nilai manfaat bagi orang lain. Infak atau shadaqoh misalnya, terasa bagai setetes embun di padang gersang bagi orang-orang yang membutuhkan. Namun yang perlu kita cermati, amal shalih itu sendiri bukan tujuan. Sebab sebanyak apa pun amal shalih yang kita lakukan, tidak akan mampu menandingi nikmat Allah yang kita rasakan. Firman Allah : “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, tidaklah kamu dapat menghinggakannya,”(QS. Ibrahim 34). Maka seorang mukmin tidak akan membanggakan amal shalihnya. Ia justru akan kian runduk dalam cahaya amal yang dipancarkannya.

Selain menyadari bahwa amal shalihnya begitu kecil dibandingkan dengan curahan rahmat Allah, seorang mukmin senantiasa cermat dalam bertindak. Ia tidak ingin amal shalihnya menjadi sia-sia, bagai debu tertiup angin. Karena itu, ia berusaha agar hatinya tidak melenceng dari mengharapkan Ridho Allah semata ketika melakukan sesuatu. Ia berjuang agar hatinya senantiasa lurus dan teguh di jalan yang benar.

Upaya menjaga keikhlasan dalam beramal adalah keniscayaan, bahkan suatu kemestian. Rasulullah berpesan, “Sesungguhnya setiap amal itu bergantung pada niatnya, dan sesungguhnya bagi setiap orang apa yang ia niatkan,” (HR Buhhari-Muslim). Tantangan menjaga keikhlasan tidak kecil, memang karena syaitan selalu siap menggoda. Tapi sebenarnya jerat-jerat syaitan itu lemah bila kita sungguh-sungguh dan istiqamah. Karena itu janganlah lupa kita berdoa, memohon perlindungan Allah agar jangan sampai terjerat dan terlena dalam bujuk rayuan syaitan.

Dalam kehidupan ini, keikhlasan begitu penting. Banyak kerusakan di muka bumi ini yang disebabkan oleh lenyapnya niat ikhlas dalam dada manusia. Ketika berlomba-lomba memperebutkan kenikmatan dunia, manusia saling sikut satu sama lain bahkan saling menghancurkan. Lalu muncullah segelintir orang yang tega tertawa lebar di atas penderitaan orang banyak. Kehidupan pun jadi kehilangan makna.

Lakukan yang terbaik menurut kalian baik dan menurut Allah juga baik, jangan pernah berputus asa dari ragmatnya. Allah akan mmeberikan yang terbaik bagi hambanya apabila hambanya mau berusaha dan berdo'a juga ikhlas dalam menjalani hidup ini.

Jangn bersedih kawan sebab kalau kita bersedih terus kapan kita akan meniti masa depan yang cemerlang. Semangat jalani hidup ini dan syukuri pemberian yang Allah kasih juga ikhlas dalam menjalaninya.

Ayo semangat jalani hidup ini karena "Betapa Hidup Ini Indah (Ma Ajmala Hadzihil Hayah).

0 Response to "Menjaga Keikhlasan Dalam Hidup Ini"

Posting Komentar